22 June 2009

SEKILAS PEMBUKTIAN KEILAHIAN YESUS KRISTUS

Bukan hasil bisik-bisik atau mimpi atau dikte atau ilusi atau bohong2an;
tapi terbukti dengan penemuan2 arkeologi dan sejarah yang link-nya tidak pernah putus !

Keilahian Yesus Kristus dibuktikan dalam:

1. Penggenapan nubuatan/ramalan mengenai mesias di Perjanjian Lama
2. Ketidakberdosaan Yesus
3. Mujizat-mujizat Yesus
4. Kebangkitan Yesus dari kematian

1. Penggenapan nubuat mengenai mesias di Perjanjian Lama

Banyak sekali nubuat tentang mesias/Kristus dalam Perjanjian Lama.
Berikut nubuat-nubuat yang secara jelas berbicara tentang kedatangan mesias:

1). Mesias akan lahir dari seorang perempuan Nubuat: Kejadian 3:15. Penggenapan : Galatia 4:4.
2). Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan Nubuat: Yesaya 7:14. Penggenapan: Matius 1:18-25.
3). Mesias merupakan keturunan Abraham Nubuat: Kejadian 12:1-3;Kejadian 22:18. Penggenapan: Matius 1:1; Galatia 3:16.
4). Mesias dari suku Yehuda Nubuat: Kejadian 49:10. Penggenapan: Lukas 3:23,33; Ibrani 7:14.
5). Mesias merupakan keturunan Daud Nubuat: 2 Samuel 7:12. Penggenapan: Matius 1:1,6
6). Mesias akan lahir di Betlehem Nubuat: Mikha 5:1-2. Penggenapan: Matius 2:1; Lukas 2:4-7.
7). Mesias akan diurapi oleh Roh Kudus Nubuat: Yesaya 11:1-2. Penggenapan: Matius 3:16,17.
8). Ada yang mempersiapkan jalan bagi mesias Nubuat: Yesaya 40:3; Maleakhi 3:1. Penggenapan: Matius 3:1-3.
9). Mesias akan mengadakan mujizat-mujizat Nubuat: Yesaya 35:5,6. Penggenapan: Matius 9:35
10). Mesias akan ditolak oleh orang Yahudi Nubuat: Mazmur 118:22. Penggenapan: I Petrus 2:7
11). Mesias akan ditolak oleh kerabat-Nya sendiri Nubuat: Yesaya 53:3. Penggenapan: Yohanes 1:10,11; Yohanes 7:5,48
12). Mesias akan dielu-elukan waktu menunggang keledai memasuki Yerusalem Nubuat: Zakharia 9:9. Penggenapan: Matius 21:1-7
13). Mesias akan mati dengan kematian yang mengenaskan Nubuat: Mazmur 22; Yesaya 53. Penggenapan: Matius 27. o Diam dihadapan penuduh-Nya Nubuat: Yesaya 53:7. Penggenapan: Matius 27:12-14 o Dihina Nubuat: Mazmur 22:7,8. Penggenapan: Matius 27:31. o Dipaku tangan dan kaki-Nya. Nubuat: Mazmur 22:17. Penggenapan: Lukas 23:33. o Disalib di antara penjahat-penjahat Nubuat: Yesaya 53:12. Penggenapan: Matius 27:38 o Lambung-Nya ditikam Nubuat: Zakaria 12:10. Penggenapan: Yohanes 19:34 o Tak ada tulang yang dipatahkan Nubuat: Keluaran 12:46.Penggenapan: Yohanes 19:36 o Jubah-Nya akan diundi Nubuat: Mazmur 22:18. Penggenapan: Yohanes 19:23,24 o Mesias menderita karena dosa kita. Nubuat: Yesaya 53:5-6. Penggenapan: 1 Petrus 2:24
14). Mesias akan bangkit dari kematian Nubuat: Mazmur 16:10. Penggenapan: Kisah Para Rasul 2:31; Markus 16:6.
15). Mesias akan naik ke surga Nubuat: Mazmur 68:19. Penggenapan: Kisah Para Rasul 1:9.
16). Mesias akan duduk di sebelah kanan Allah Bapa Nubuat: Mazmur 110:1. Penggenapan: Ibrani 1:3. Nubuat-nubuat ini ditulis ratusan tahun sebelum Yesus lahir ke dalam dunia.

Tidak ada alasan bahwa nubuat-nubuat itu adalah 'tebakan yang sangat cerdas', atau 'merupakan trend kecenderungan sejarah', atau 'pikiran kreatif pembaca Alkitab'. Bahkan para kritikus sendiri mengakui bahwa nubuat-nubuat tersebut selesai ditulis lengkap 400 tahun sebelum Yesus lahir.

Nubuat-nubuat tersebut secara sempurna digenapkan oleh Yesus. Tuhan tidak pernah membuat kesalahan. Tuhan mengendalikan sejarah dan jika Tuhan membuat nubuat/ramalan lebih dari 400 tahun sebelumnya mengenai rencana keselamatan bagi manusia maka tidak ada penggenapan yang terjadi secara kebetulan, semua penggenapan yang dilakukan terjadi karena kedaulatan-Nya atas sejarah umat manusia. Jika Yesus, yang menyatakan bahwa Dia menggenapkan apa yang tertulis ratusan tahun sebelum kelahiran-Nya, dan benar-benar Yesus menggenapinya, maka diambil kesimpulan bahwa Yesus adalah mesias, Yesus adalah Tuhan.

2. Ketidakberdosaan Yesus

Semua orang berdosa, Tuhan dan kita mengetahui hal ini. Jika seseorang hidupnya sangat baik, sempurna, berusaha tidak berdosa sebisa mungkin, tidak membuktikan ia Tuhan. Tetapi kalau seseorang melakukan 2 hal tersebut yakni mengakui dirinya Tuhan kemudian menawarkan hidupnya yang tanpa dosa sebagai bukti, kita harus serius memperhatikannya. Saat Pilatus mengadili Yesus, Pilatus menyimpulkan, 'Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini' (Lukas 23:4). Kepala pasukan yang melihat penyaliban Yesus mengatakan,' Sungguh, Orang ini adalah orang benar!' (Lukas 23:47). Penjahat yang disalib bersama Yesus mengatakan, 'Orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah' (Lukas 23:41). Kesaksian yang paling penting terhadap karakter seseorang adalah dari orang terdekat.

Petrus, murid yang paling dekat dengan Yesus mengatakan bahwa Kristus tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya (1 Petrus 2:22). Yohanes berkata 'Kristus adalah benar' (1 Yohanes 3:7). Rasul Paulus mengatakan ' Dia tidak mengenal dosa' (2 Korintus 5:21). Penulis kitab Ibrani berkata 'Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa' (Ibrani 4:15). Yesus sendiri memberikan tantangan kepada lawan-lawan- Nya, 'Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?' (Yohanes 8:46). Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan dan membuktikannya dengan kehidupannya yang tanpa dosa, memberikan kesimpulan bahwa Yesus benar-benar Tuhan.

3. Mujizat-mujizat Yesus

Hidup Yesus penuh mujizat sejak awal dia berada di bumi. Dia lahir dari seorang perawan (Matius 1:18,20-21), Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11), berjalan di atas air (Matius 14:25), melipat gandakan roti (Yohanes 6:11), memelekkan mata orang buta (Yohanes 9:7), membuat orang lumpuh bisa berjalan (Markus 2:1-12), mengusir setan (Markus 5:1-20), menyembuhkan berbagai penyakit (Matius 9:35), dan beberapa kali membangkitkan orang dari kematian (Matius 9:23-26;Lukas 7:11-17;Yohanes 11:38-44).

Ketika murid-murid Yohanes Pembaptis menanyakan kepada-Nya apakah Dia mesias, Yesus menjawab mujizatnya sebagai bukti bahwa Dia mesias: 'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.' (Matius 11:4,5). Mujizat-mujizat seperti ini merupakan tanda adanya persetujuan Tuhan kepada orang yang melakukan mujizat. Mujizat-mujizat ini merupakan penggenapan dari apa yang ditulis Yesaya 700 tahun sebelum Yesus lahir ke bumi: 'Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai. ' (Yesaya 35:5,6). Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya. (Yohanes 3:1-2).

Pada waktu Yesus dibaptis, muncul suatu suara dari sorga 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.' (Matius 3:17). Ini merupakan tanda dukungan Allah Bapa terhadap pekerjaan dan keilahian Yesus. Mujizat adalah suatu bentuk konfirmasi/persetuj uan ilahi atas suatu kebenaran/pekerjaan yang dikerjakan seseorang yang diutus Tuhan. Mujizat yang dihubungkan dengan pernyataan Yesus tentang keilahian diri-Nya, mengkonfirmasi bahwa Dia benar-benar Tuhan.

4. Kebangkitan Yesus dari kematian

Hanya Tuhan yang hanya memberi kehidupan (Ulangan 32:39; 1 Samuel 2:6). Di sini kebangkitan Yesus dari kematian merupakan bukti adanya persetujuan dari Tuhan terhadap siapa yang diutus-Nya. Perjanjian Lama dan Yesus sendiri menubuatkan kebangkitan- Nya. Mazmur 16:10 berbicara tentang kebangkitan mesias.

Perjanjian Lama menubuatkan bahwa 1). Mesias akan datang dan mati (Yesaya 53; Mazmur 22) 2). Mesias akan memerintah selamanya( Yesaya 9:6; Daniel 2:44;). Satu-satunya jalan supaya mesias bisa memenuhi keduanya adalah mati kemudian bangkit. Yesus sejak awal pelayanan-Nya telah menubuatkan kebangkitan- Nya sendiri. (Yohanes 2:19,21). Setelah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus berkata 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.' (Markus 8:31). Yesus mengulangi perkataan ini saat dalam perjalanan melewati Galilea (Markus 9:30-31), dan dalam perjalanan ke Yerusalem (Markus 10:32-34). Yesus juga mengatakan 'Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.' (Yohanes 10:18).

Kematian dan kebangkitan Yesus:
1). Kehilangan besar darah menyebabkan Yesus mati, apakah Yesus benar-benar mati?). Dia mempunyai 5 luka dan berada di atas kayu salib mulai jam 9 pagi (Markus 15:25) hingga jam 3 sore (Markus 15:42).
2). Yesus menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30).
3). Ketika lambungnya ditusuk tombak keluar darah dan air (Yohanes 19:34). Secara medis membuktikan bahwa Yesus sudah mati.
4). Tentara Roma yang berpengalaman dalam menangani kematian menyatakan Yesus mati (Yohanes 19:33)
5). Pilatus memastikan bahwa Yesus mati sebelum diserahkan mayat-Nya ke Yusuf dari Arimatea.(Markus 15:42-47)
6). Mayat Yesus dikapani dengan kain lenan dan dibubuhi dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.(Yohanes 19:40)
7). Hari Minggu kubur Yesus kosong, Yesus telah bangkit (Matius 28; Markus 16;Lukas 24;Yohanes 20,21)
8). Penampakan Yesus setelah kebangkitan: o Kepada Maria Magdalena (Markus 16:9; Yohanes 20:11-14) o Kepada perempuan sekembalinya dari kubur (Matius 28:9,10) o Kepada Petrus (Lukas 24:34; 1 Korintus 15:5) o Kepada murid-murid di Emaus (Lukas 24:13-32) o Kepada rasul-rasul kecuali Tomas (Lukas 24:36-43;Yohanes 20:19-24) o Kepada rasul-rasul, Tomas hadir (Yohanes 20:26-29) o Kepada 7 orang di danau Tiberias (Yohanes 21:1-23) o Kepada lebih dari 500 orang percaya di bukit Galilea (1 Korintus 15:6) o Kepada Yakobus (1 Korintus 15:7) o Kepada murid-murid (Matius 28:16-20;Lukas 24:33-52;Kisah Para Rasul 1:3-12) o Saat kenaikan Yesus ke surga (Kisah Para rasul 1:3-12) o Kepada Stefanus (Kisah Para Rasul 7:55) o Kepada Paulus (Kisah Para Rasul 9:3-6; 1 Korintus 15:8) o Kepada Paulus saat di Bait Allah (Kisah Para Rasul 22:17-21;23: 11) o Kepada Yohanes di pulau Patmos (Wahyu 1:9-20)

Kebangkitan Yesus secara tubuh fisik dibuktikan bahwa setelah kebangkitannya : - Yesus dilihat lebih dari 500 orang (1 Korintus 15:6) - Yesus menyatakan mempunyai daging dan tulang (Lukas 24:39) , - Yesus makan ikan (Lukas 24:42,43)

Bagi yang meragukan kebangkitan- Nya secara fisik, Yesus menantang: 'Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.' (Yohanes 20:27). Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan. Yesus bangkit dari kematian, ini menggenapi apa yang Dia dan Perjanjian Lama katakan. Yesus benar-benar Tuhan.

Santo Thomas secara spontanitas mengatakan, "Ya Tuhanku dan Allahku"




Read More

15 January 2009

Kecerdasan anak

Anak-Anak Karbitan
Oleh Dewi Utama Faizah

Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu…

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana
orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga
persekolahanyang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak
mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri
dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa.. Kursus-kursus kilat untuk
anak-anak pun
juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam
bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga
jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak
cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan
sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia
pendidikan
saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang
menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua … Captive market!

Kondisi di atas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita
amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan
lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia
dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar
penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan.
Di samping ketidakpatutan yang dilakukan oleh orang tua akibat
ketidak
tahuannya!
ANAK-ANAK YANG DIGEGAS…

Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap
anak. Diantaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan
intelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah anak-anak ajaib dengan
kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani
akselerasi dalam
pendidikannya dengan memperoleh pengayaan
kecakapan-kecakapan akademik di dalam dan di luar sekolah.

Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini
terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi
pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorang
psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard
College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidang
matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak
jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang
terjadi kemudian?
James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan
seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si
anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum
pada beberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada
seorang anak
perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, di mana
seorang Ibu yang bernama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen
menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif
anaknya, sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya
telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian
diajak berbicara dengan menggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang
bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh
mencengangkan! Di usia 1 tahun, Edith telah dapat berbicara dengan
kalimat
sempurna. Di usia 5 tahun, Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi
Britannica. Usia 9 tahun, ia membaca enam buah buku dan koran New York
Times setiap harinya. Usia 12 tahun, dia masuk universitas. Ketika usianya
menginjak 15 tahun, ia menjadi guru matematika di Michigan State
University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius
karena
terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun kabar Edith
selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan
yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna
dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.

Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil
mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil, mereka
hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang
dungu. Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan belajar
hingga
kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.

Selama berpuluh-puluh tahun, orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di
masa depan sangat ditentukan oleh faktor kognitif. Otak memang memiliki
kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu, banyak
orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early
Childhood
Training". Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasannya. Setiap
orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi
anak-anak yang super (Superkids). Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 %
bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi
belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam
memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat
mencolok. Hal ini terjadi sekarang di mana-mana, di Indonesia.
"EARLY RIPE, EARLY ROT…!"

Gejala ketidakpatutan dalam mendidik
ini mulai terlihat pada tahun 1990 di
Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya
pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila
mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan
menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi
anak-anak mereka
selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera
mungkin ke Taman Kanak-kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan
senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun.
Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara
formal sebagai pemula.

Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudah
dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era
Headstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk
membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa
mereka
(tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa
yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.

Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner,
seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal
"The Process of Education" pada tahun 1990. Ia
menyatakan bahwa kompetensi
anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan
yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika . "We begin with the
hypothesis that any subject can be taught effectively in some
intellectually honest way to any child at any stage of development" .

Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang disalahartikan oleh
banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan
dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang
dan cepat busuk. (early ripe, early rot!).

Anak-anak menjadi tertekan.
Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD.
Di rumah, para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu
mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman
menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca.

Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan
konsep
"kesiapan-readiness " dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya
yang
mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biological
limititations on learning". Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan
intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka
segera siap belajar apapun.

Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah
membuat anak-anak menjadi cepat mekar. Anak -anak menjadi "miniature orang
dewasa ". Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polah
sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa,
berlaku
pun juga seperti orang dewasa. Di sisi lain, media pun merangsang
anak untuk cepat mekar terkait dengan musik, buku, film, televisi, dan
internet. Lihatlah maraknya program teve yang belum pantas ditonton anak
anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore hari. Media begitu merangsang
keingintahuan
anak tentang dunia seputar orang dewasa sebagai seksual
promosi yang menyesatkan. Pendek kata, media telah memekarkan bahasa,
berpikir dan perilaku anak tumbuh kembang secara cepat.

Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakah
faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti
halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenya
sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihat
berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidak
seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai
hal
tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan
tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan
emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, cobalah
perhatikan, khususnya saat perilaku anak menampilkan gaya "kedewasaan
",
sementara
perasaannya menangis berteriak sebagai "anak".

Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang
anak laki-laki "Heintje" di era tahun 70-an: I'm Nobody'S
Child.

I'M NOBODY'S CHILD

I'm nobody's child
I'm nobody's child
Just like a flower
I'm growing wild
No mommies kisses and no daddy's smile
Nobody's louch me I'm nobody's child.
DAMPAK BERIKUTNYA TERJADI KETIKA ANAK MEMASUKI USIA REMAJA

Akibat negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki
usia remaja. Mereka tidak segan segan mempertontonkan berbagai macam
perilaku yang tidak patut. Patricia
O'Brien menamakannya sebagai "The
Shrinking of Childhood". "Lu belum tahu ya… bahwa gue telah
melakukan
segalanya", begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada
teman-temannya. "Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks",
serunya
bangga.

Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan
bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai
gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua menjadi
cepat mekar, kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan!
Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar dan
untuk berkembang, sebuah proses dalam kehidupannya!

Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas
yang berkarier di luar rumah tidak memiliki waktu banyak dengan anak-anak
mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebih
mengandalkan tenaga "baby sitter"
sebagai pengasuh anak-anaknva.
Colette
Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai "Cinderella
Syndrome"
yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, atau
menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi
menghindari
kehidupan nyata yang mereka jalani.

Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di
lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut
berbagai les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik,
lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jika
anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah.
Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada baby
sitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak-anak mereka. Tidak jarang
para baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di lembaga pendidikan
eksekutif sebagai wakil dari orang tua.
ERA
SUPERKIDS

Kecenderungan orangtua menjadikan anaknya "be special" daripada
"be
average or normal" sernakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin
anak-anak mereka menjadi "to excel to be the best". Sebetulnya tidak
ada
yang salah. Namun ketika
anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti
berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam
kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket,
balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya maka
lahirlah anak-anak super "SUPERKIDS". Cost (biaya) merawat anak
superkids
ini sangat mahal.

Era superkids berorientasi kepada "Competent Child". Orangtua saling
berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya "earlier is
better". Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuan
ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil Posmant
seorang sosiolog Amerika pada
tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak
tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah ketika anak anak itu
menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan!
BERBAGAI GAYA ORANGTUA

Kondisi ketidakpatutan dalam
memperIakukan anak ini telah melahirkan
berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan
"miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind
(1989)
mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:

Gourmet Parents (Orang tua Borju)

Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus,
mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya
hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung
merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. Penuh
dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu
mutakhir tentang
cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas
pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka
"superkids"
merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua. Orangtua kelompok
ini memakaikan anak-anaknya baju-baju mahal
bermerek terkenal,
memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar
masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya
keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat
sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil
terkenal, maka itulah sekolah banyak kelompok orangtua "gourmet "
atau
kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.

College Degree Parents (Orang tua Intelek)

Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke
atas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering
melibatkan diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya.
Misalnya
membantu membuat majalah dinding dan kegiatan ekstra kurikular lainnya.
Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan
hidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka
"Superkids", apabila si anak
memperlihatkan kemampuan akademik yang
tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal
yang prestisius sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwa
pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan
kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang
dilaksanakan di sekolah anak-anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak
membantu dan peduli dengan kondisi sekolah.

Gold Medal Parents (Orang tua Mendali Emas)

Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya
menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan
anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada
gelanggang ilmu
pengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini
lagi marak di Indonesia. Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi,
kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka
tempuh agar
anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi "Seorang
Bintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi
"Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga
none
abang cilik ketika anak-anak mereka masih berusia TK.

Sebagai ilustrasi,dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang, puluhan
anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya
lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang
molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta. Anak-anak mulai resah,
berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara anak kecil
mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk
anak-anaknya bersabar.
Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan kelular sebagai
pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas
kertas.

Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku
ambisi
kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang
gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi
ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan Tanamal
yang
mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian
menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni
penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya
menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana
pada anak-anak mereka!

Pada tanggal 29 Mei lalu kita saksikan di TV bagaimana bintang cilik
"Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan
mengkhawatirkan
orangtuanya.
Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang
dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih
ingat bagaimana lucu dan pintarnya Joshua ketika berumur kurang 3 tahun.
Dia muncul di TV sebagai
anak ajaib karena dapat menghapal puluhan
nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi
cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan
bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang
"superkid"
seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film.

Do-it Yourself Parents (Orang tua Mandiri)

Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan
menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di
bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat
ibadah, di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini
menyekolahkan
anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan
keuangan mereka. Walaupun begitu, kelompok ini juga bemimpi untuk
menjadikan anak-anaknya "Superkids earlier is better".

Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak
mencintai
lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau
tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang
binatang, dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.

Outward Bound Parents (Orang tua Paranoid)

Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat
memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka
sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan
permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan
marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka lebih
memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat
tempat tawuran yang
berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak
disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep "Superkids".
Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat
melindungi diri mereka dari
berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka
melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan
anak-anaknya "Karate, Yudo, pencak Silat" sejak dini. Ketidakpatutan
pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka
terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah
panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa
dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi "steril"
dengan lingkungannya.

Prodigy Parents (Orang tua Instan)

Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki
pendidikan yang cukup. Mereka cukup berada, narnun
tidak berpendidikan
yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan
bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah
mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya.

Tidak kalah
mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat
dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang
cocok diberikan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudah
terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah.
Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku
tentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca" karangan Glenn Doman ,
atau
"Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika" karangan Siegfried,
"Berikan
Anakmu pemikiran Cemerlang" karangan Therese Engelmann, dan
"Kiat-Kiat
Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 9 Hari" karangan Sidney Ledson.

Encounter
Group Parents (Orang tua Pengerumpi)

Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka
terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang
tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka
juga
merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya.

Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam
membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering
melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-anak dengan berbagai perilaku
"gang ngrumpi" yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak
membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka
sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya
lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat
mudah terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi
anak-anaknya.
Menjadikan anak-anak mereka sebagai "Superkids" juga sangat
diharapkan.
Namun banyak dari anak anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan
prestasi yang diharapkan.

Milk and Cookies Parents (Orang tua Ideal)

Kelompok ini merupakan kelompok
orangtua yang memiliki masa kanak-kanak
yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis.
Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya
dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang
anak-anak mereka dengan penuh dukungan.

Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan
"miseducation" dalam merawat dan mengasuh anak-anaknya. Mereka
memberikan
lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan
tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.

Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik
yang disukai
oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan,
bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka
untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun
meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah. Kehangatan
hidup
berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk
percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar.

Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan
patut kepada anak-anak mereka. Mereka begitu yakin bahwa anak membutuhkan
suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang
dimilikinya. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa anak sendirilah yang
akan menemukan sendiri kekuatan di dirinya. Bagi mereka, setiap anak
adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang
juga berbeda dan unik!

Kamu harus tahu bahwa tiada satu pun yang lebih tinggi, atau lebih
kuat,
atau lebih baik, atau pun lebih berharga dalam kehidupan nanti daripada
kenangan indah; terutama kenangan manis di masa kanak-kanak. Kamu
mendengar banyak hal tentang pendidikan, namun beberapa hal yang indah,
kenangan berharga yang tersimpan sejak kecil adalah mungkin itu
pendidikan
yang terbaik. Apabila seseorang menyimpan banyak kenangan indah di masa
kecilnya, maka kelak seluruh kehidupannya akan terselamatkan. Bahkan
apabila hanya ada satu saja kenangan indah yang tersiampan dalam hati
kita, maka itulah kenangan yang akan memberikan satu hari untuk
keselamatan kita" (destoyevsky' s brothers karamoz)
PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK

Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya
juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada
produk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah
"industri" dengan tawaran-tawaran menarik yang
mengabaikan kebutuhan
anak.
Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan rumah yang
menumpuk. Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja. Kemudian
guru-guru yang sibuk sebagai "Operator kurikulum" dan tidak punya
waktu
mempersiapkan materi ajar karena
rangkap tugas sebagai administrator
sekolah. Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih
dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi "pengabar isi buku pelajaran"
ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran. Di
saat-saat tertentu, sekolah akan menggunakan "mesin-mesin dalam
menskor"
capaian prestasi yang diperoleh anak setelah diberikan ujian berupa
potongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalam
menjalani pendidikan di sekolah. Pikiran mereka diforsir untuk
menghapalkan atau melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagai
anak.

Manfaat apa yang mereka
peroleh jika guru menyita anak membuat bagan
organisasi sebuah birokrasi? Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka
diminta membuat PR yang menuliskan susunan kabinet yang ada di
pemerintahan? Manfaat apa yang dimiliki anak jika ia disuruh menghapal
kalimat-kalimat yang ada di
dalam buku pelajaran? Tumpulnya rasa dalam
mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam
sanubari dan perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi
semakin senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan
melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan,
namun mereka bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sepanjang
hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah? dengan tugas-tugas dan PR
yang menumpuk.

Namun sekolah tidak mengerti bahwa anak sebenarnya butuh bersekolah untuk
menyongsong kehidupannya! Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara
yang
sama. Membangun 90 % kognitif dengan 10 % afektif. Paulo Freire mengatakan
bahwa sekolah telah melakukan "pedagogy of the oppressed" terhadap
anak-anak didiknya. Di mana guru mengajar, anak diajar, guru mengerti
semuanya dan anak tidak tahu apa-apa, guru berpikir dan anak
dipikirkan,
guru berbicara dan anak mendengarkan, guru mendisiplin dan anak
didisiplin, guru memilih dan mendesakkan pilihannya dan anak hanya
mengikuti, guru bertindak dan anak hanya membayangkan bertindak lewat
cerita guru, guru memilih isi program dan anak menjalaninya begitu saja,
guru adalah subjek dan anak adalah objek dari proses pembelajaran
(Freire,1993) . Model pembelajaran banking system ini dikritik
habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar. Belum lagi persaingan
antar sekolah. dan persaingan ranking wilayah.
MENGKOMPETENSI ANAK MERUPAKAN "KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN"

"Anak adalah anugrah Tuhan sebagai hadiah
kepada semesta alam, tetapi
citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasa yang
bertanggungjawab"
(Nature versus Nurture)

Bagaimana?

Karena ada dua pengertian kompetensi. Kompetensi yang datang dari
kebutuhan di luar diri anak (direkayasa oleh
orang dewasa) atau kompetensi
yang sesuai dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendiri.

Sebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson
(psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa
menjadi apapun sesuai kehendak kita; sebagai komponen sentral dari konsep
kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pembelajar, maka mereka juga dapat
dibentuk melalui pembelajaran dini.
Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut :

"Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world to
bring them up in, and I'll guarantee you to take any one at random and
train him to
become any type of specialist I might select — doctor,
lawyer, artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless
of this talents, penchants, tendencies, vocations, and race of his
ancestors "

Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan
"intervensi dini"
setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya.
Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey pada
tahun 1979. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untuk
mengukur "Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill)" dalam mata
pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program ini
dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times
sebagai berikut : "The improvement in those areas were not the result of
any magic program or any singular teaching strategy, they were…. simply
proof that accountability is crucial and that, in the past five years,
it
has paid off in New Yersey"

Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti
Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikan
sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademik
ketika
mereka bersekolah di SD kelas rendah. Semestinya kita dapat
menyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkan
kompetensi-kompeten si perolehan pengetahuan hanya secara kognitif.

Oleh karena hingga hari ini, sekolah belum mampu menjawab dan dapat
menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran.
Pendidikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek seperti
emosi, sosial, kognitif fisik, dan moral belum dapat dikemas dalam
pembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara pendidikan sejati
adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anak
sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk
dibelajarkan. Bukan anak
dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja!. Pendidikan sejati bukanlah
paket-paket atau kemasan pembelajaran yang berkeping-keping, tetapi
bagaimana secara spontan anak dapat terus menerus merawat minat dan
keingintahuan untuk belajar.
Anak mengenali tumbuh kembang yang terjadi
secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilaku keingintahuan
"curiosity" inilah yang banyak tercabut dalam sistem persekolahan
kita.
AKADEMIK BUKANLAH KEBUTUHAN DARI SEBUAH PENDIDIKAN! "EMPTY SACKS WILL
NEVER STAND UPRIGHT"(GEORGE ELIOT).

Pendidikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melalui
kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangun
secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anak
didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati dan pisik anak akan
menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilah
dibutuhkannya
peranan guru sebagai pendidik akademik dan pendidik sanubari
"karakter". Di mana mereka mendidik anak menjadi "good and
smart" terang
hati dan pikiran.

Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan "how learn to learn" pada
anak
didik mereka.
Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak
didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan
berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi
sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik
yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai
kreativitas.

Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya
berjam-jam untuk belajar anatomi tubuh manusia. Thomas Edison mengatakan
bahwa "genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration ".

Semangat belajar "encourage" tidak dapat muncul tiba-tiba di diri
anak.
Perlu proses yang
melibatkan hati, kesukaan dan kecintaan belajar.
Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak
mencintai mereka sebagai anak. Selanjutnya misi sekolah lainnya yang
paling fundamental adalah mengalirkan "moral litermy" melalui
pendidikan
karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan
plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther King,
Jr ). Inilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi
otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan pikiran, antara
pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik.
PENUTUP

Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang
terang hati dan terang pikiran "good and smart" merupakan tugas kita
bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang
mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat, khususnya
antara guru dan
orangtua. Pendidikan yang ada sekarang ini banyak yang
tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan
segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah
ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek
kognitif dan mengabaikan
faktor emosi.

Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini
kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi "SUPERKIDS".
Inilah
fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnya
era anak-anak karbitan! Lihatlah nanti ketika anak-anak karbitan itu
menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang ke
kanak-kanakan. []


Read More

12 January 2009

Rahasia Umur Panjang

Berapa lama seseorang hidup, tidak ada yang tahu kecuali Tuhan tentunya.
Kitab Mazmur mencatat bahwa hidup manusia hanya 70 sampai 80 tahun, lebih
dari itu hanya penuh dengan kesukaran dan penderitaan. Tetapi ada beberapa
wanita yang tercatat hidup sampai diatas seratus tahun. Mereka mungkin
wanita biasa tetapi jelas memiliki kualitas hidup yang tidak biasa. Mari
contek resep dari wanita-wanita perkasa yang pernah berada di alam tiga abad
ini.

*Resep pertama, dengarkan musik dan menarilah!*

Resep ini keluar dari mulut wanita yang meninggal 31 Oktober 2003 lalu.
Sebelum kepergiannya, dia tercatat sebagai wanita tertua dalam *Guinness
Book of Record*. Dia adalah seorang Jepang bernama *Kamato Hongo*, genap
berusia 116 tahun pada September 2003. Ia terkenal dengan kebiasaannya tidur
selama dua hari penuh dan kemudian terjaga selama dua hari penuh juga.
Dengan 7 anak, 27 cucu, 57 cicit dan 11 anak cicit, wanita ini sempat
menjadi simbol negara Jepang yang memegang rekor harapan hidup tertinggi di
dunia.

*Resep kedua, berbahagialah terus!*

Yang satu ini datang dari almarhumah *Marie Bremont*, wanita Eropa yang
meninggal di usia 115 tahun. Marie pernah menikah dua kali tetapi tidak
memiliki keturunan. Dia juga pernah selamat dari sebuah kecelakaan mobil
pada usia yang ke 103 tahun. Marie meninggal dalam tidurnya dan dikenang
sebagai wanita pecinta coklat oleh para perawat rumah jompo di sebelah barat
Perancis yang merawatnya.

*Resep ketiga, jangan lupa memuji kebesaran Tuhan, banyak makan buah-buahan
dan hindari rokok serta alkohol!*

Resep panjang ini berasal dari almarhumah *Adelina Domingues*, yang
meninggal pada usia 114 tahun di San Diego, didalam sebuah rumah jompo yang
selama 7 tahun dihuninya. Ia dikenang sebagai seorang Kristen yang baik
dengan iman yang luar biasa pada Tuhan.

*Resep keempat, nikmatilah hidup!*

*Jeanne Calment*, wanita Perancis yang memberikan resep ini telah meninggal
dunia pada usia 120 tahun. Sampai usianya yang ke-100, Jeanne masih senang
mengendarai sepeda. Wanita yang pernah bertemu pelukis Vincent Van Gogh di
toko milik ayahnya ini pernah berkata *'I am a normal woman and I am very
lucky'*.

*Resep kelima, jangan pelihara kekuatiran!*

*Zabani Khachukayeva* , pemilik resep ini, diumumkan negara Chechnya sebagai
wanita yang sebenarnya tertua di dunia sekarang. Berumur 124 tahun, wanita
Rusia ini hidup lebih lama melampaui anak tertuanya yang meninggal 2 tahun
lalu. Dengan 6 anak, 24 cucu, 38 cicit, dan 7 anak cicit, Zabani yang berdoa
lima kali sehari masih energetik dan terlihat sangat sehat.

*Resep keenam, tetap tegar!*

Meninggal pada usia 129 tahun, pemilik resep terakhir ini bernama *Maria do
Carmo Jeronimo*. Ia bekerja sebagai budak hampir seluruh hidupnya sebagai
konsekuensi dari warna kulitnya yang hitam. Wanita yang pertama kali melihat
laut pada usianya yang ke 127 tahun ini memang seorang yang tidak pernah
menyerah menghadapi masalah apapun dalam hidupnya hingga hembusan nafas
terakhir akibat stroke di sebuah rumah sakit di Brasil.
Sebagai wanita, mungkin banyak diantara Anda yang memilih untuk hidup lebih
singkat dari wanita-wanita di atas karena banyak alasan. Tetapi tidak ada
salahnya jika resep-resep di atas diterapkan dalam hidup Anda, sebagai
rahasia penting untuk hidup lebih lama.
Read More

Rahasia Umur Panjang

Berapa lama seseorang hidup, tidak ada yang tahu kecuali Tuhan tentunya.
Kitab Mazmur mencatat bahwa hidup manusia hanya 70 sampai 80 tahun, lebih
dari itu hanya penuh dengan kesukaran dan penderitaan. Tetapi ada beberapa
wanita yang tercatat hidup sampai diatas seratus tahun. Mereka mungkin
wanita biasa tetapi jelas memiliki kualitas hidup yang tidak biasa. Mari
contek resep dari wanita-wanita perkasa yang pernah berada di alam tiga abad
ini.

*Resep pertama, dengarkan musik dan menarilah!*

Resep ini keluar dari mulut wanita yang meninggal 31 Oktober 2003 lalu.
Sebelum kepergiannya, dia tercatat sebagai wanita tertua dalam *Guinness
Book of Record*. Dia adalah seorang Jepang bernama *Kamato Hongo*, genap
berusia 116 tahun pada September 2003. Ia terkenal dengan kebiasaannya tidur
selama dua hari penuh dan kemudian terjaga selama dua hari penuh juga.
Dengan 7 anak, 27 cucu, 57 cicit dan 11 anak cicit, wanita ini sempat
menjadi simbol negara Jepang yang memegang rekor harapan hidup tertinggi di
dunia.

*Resep kedua, berbahagialah terus!*

Yang satu ini datang dari almarhumah *Marie Bremont*, wanita Eropa yang
meninggal di usia 115 tahun. Marie pernah menikah dua kali tetapi tidak
memiliki keturunan. Dia juga pernah selamat dari sebuah kecelakaan mobil
pada usia yang ke 103 tahun. Marie meninggal dalam tidurnya dan dikenang
sebagai wanita pecinta coklat oleh para perawat rumah jompo di sebelah barat
Perancis yang merawatnya.

*Resep ketiga, jangan lupa memuji kebesaran Tuhan, banyak makan buah-buahan
dan hindari rokok serta alkohol!*

Resep panjang ini berasal dari almarhumah *Adelina Domingues*, yang
meninggal pada usia 114 tahun di San Diego, didalam sebuah rumah jompo yang
selama 7 tahun dihuninya. Ia dikenang sebagai seorang Kristen yang baik
dengan iman yang luar biasa pada Tuhan.

*Resep keempat, nikmatilah hidup!*

*Jeanne Calment*, wanita Perancis yang memberikan resep ini telah meninggal
dunia pada usia 120 tahun. Sampai usianya yang ke-100, Jeanne masih senang
mengendarai sepeda. Wanita yang pernah bertemu pelukis Vincent Van Gogh di
toko milik ayahnya ini pernah berkata *'I am a normal woman and I am very
lucky'*.

*Resep kelima, jangan pelihara kekuatiran!*

*Zabani Khachukayeva* , pemilik resep ini, diumumkan negara Chechnya sebagai
wanita yang sebenarnya tertua di dunia sekarang. Berumur 124 tahun, wanita
Rusia ini hidup lebih lama melampaui anak tertuanya yang meninggal 2 tahun
lalu. Dengan 6 anak, 24 cucu, 38 cicit, dan 7 anak cicit, Zabani yang berdoa
lima kali sehari masih energetik dan terlihat sangat sehat.

*Resep keenam, tetap tegar!*

Meninggal pada usia 129 tahun, pemilik resep terakhir ini bernama *Maria do
Carmo Jeronimo*. Ia bekerja sebagai budak hampir seluruh hidupnya sebagai
konsekuensi dari warna kulitnya yang hitam. Wanita yang pertama kali melihat
laut pada usianya yang ke 127 tahun ini memang seorang yang tidak pernah
menyerah menghadapi masalah apapun dalam hidupnya hingga hembusan nafas
terakhir akibat stroke di sebuah rumah sakit di Brasil.
Sebagai wanita, mungkin banyak diantara Anda yang memilih untuk hidup lebih
singkat dari wanita-wanita di atas karena banyak alasan. Tetapi tidak ada
salahnya jika resep-resep di atas diterapkan dalam hidup Anda, sebagai
rahasia penting untuk hidup lebih lama.
Read More

18 December 2008

Nyanyian Seorang Anak

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!
Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.
Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.
You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.
Note:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan …


sumber : yahoogroup

Read More

16 December 2008

Semangkuk Nasi

Semangkuk Nasi Putih.....

Based on True story

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang
kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan
sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di
restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk
ke dalam restoran tersebut. "Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih."

Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini
hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu
menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya. Ketika pemuda ini
menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan: "dapatkah
menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum: "Ambil saja apa yang engkau
suka, tidak perlu bayar!"

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis." Lalu
memesan semangkuk lagi nasi putih.

"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak
lagi nasinya."

Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai
makan siang saya!"

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini
tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota,
mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah
pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan
sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut
sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada
pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda
ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di
bawah nasi ?

Suaminya kemudian membisik kepadanya: "Jika pemuda ini melihat kita menaruh
lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga
dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika
dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk
bersekolah."

"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga
dirinya."

"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"

Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan
pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat! " katanya sambil
melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini
besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca
terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan
mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih
dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang
tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda
ini tidak pernah muncul lagi. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah
berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah
makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan
mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya
setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek
kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.

"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya
diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di
perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya
perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2
dengan perusahaan."

"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami?
saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia!" sepasang suami istri
ini berkata dengan terheran.

"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling
suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang
lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya." Akhirnya,
pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah
payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan
bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan
bisnisnya. Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan
sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin
akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah
berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam
berkata kepada mereka: "bersemangat ya! di kemudian hari perusahaan
tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!" Kebaikan hati dan balas
budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan
yang paling mengharukan.





Read More

03 December 2008

Kerok

Mungkin diantara para pembaca pernah bertanya-tanya dalam hati, mengapa
kulit yang dikerok hanya dengan mata uang logam dan balsem, minyak, atau
lotion bisa menjadi merah, dan kenapa tidak menjadi warna lain saja,
misalnya biru (seperti warna bengkak yang kita dapatkan akibat
tekanan/hantaman dari luar, kan mengerok juga sama halnya dengan memberi
tekanan pada kulit melalui mata uang logam). Mengapa hal itu bisa terjadi?

Metode pengobatan dengan kerokan ini sudah dikenal sejak ribuan tahun yang
lalu dan dipercaya dapat memberi kesembuhan. Kerokan adalah suatu
pengobatan tradisional Jawa dengan cara menekan dan menggeserkan benda
tumpul (biasanya uang logam, atau alat bantu khusus kerok yang terbuat
dari plastik, tulang, keramik, batu giok, potongan jahe, potongan bawang,
dan lain-lain. Alat-alat tersebut harus tumpul supaya tidak melukai kulit)
pada tubuh secara berulang-ulang dengan cairan yang licin sampai terjadi
bilur-bilur berwarna merah. Fungsi cairan yang licin ini untuk melicinkan
proses kerokan sehingga menghindari terjadinya kulit lecet, selain itu,
jika dipergunakan balsem atau minyak, dapat juga untuk menghangatkan.

Pengobatan dengan kerokan ini ternyata tidak hanya dikenal di masyarakat
Jawa, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan
sampai di luar negeri. Di Vietnam, pengobatan ini disebut Cao Gio, di
Kamboja disebut Goh Kyol (rubbing the wind), di Cina disebut Gua Sha
(Gua=menggosok/ scraping, Sha=racun/toksin) , namun kebanyakan pengobatan
ini di Cina menggunakan batu Jade sehingga disebut Jade stone therapy, di
Barat disebut coining atau coin rubbing..

Pengobatan dengan kerokan ini dipercaya bermanfaat untuk keadaan yang oleh
masyarakat awam disebut masuk angin untuk menggambarkan keadaan berupa
rasa tidak enak badan, yang ditandai dengan perut kembung, hidung berair,
pegel linu, nyeri kepala, dan sebagainya. Ketika masuk angin, kita menjadi
kedinginan atau suhu tubuh menurun yang mengakibatkan pembuluh darah di
kulit mengalami penyempitan (konstriksi) sebagai kompensasinya. Hal ini
dilakukan tubuh agar seluruh tubuh tidak ikut kedinginan. Konstriksi atau
penyempitan itu dapat mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh
berkurang. Jika oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang)
turun atau berkurang, sekujur badan dapat terasa sakit. Selanjutnya, akan
muncul gejala bersin pertanda terjadi penurunan temperatur tubuh.

Menurut Dr. Koosnadi Saputra, DSR, akupunturis klinik, upaya untuk
meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum
Einstein (E = mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda.
Kalau permukaan kulit tubuh digosok-gosok dengan tangan atau suatu benda
tumpul secara cepat, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup
tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam kulit.
Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi lebih baik
sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Maka dari itu, metode pengobatan
kerokan dapat menjadi salah satu perwujudan hukum Einstein.

Kerokan tidak menyebabkan rasa sakit jika dilakukan dengan benar. Warna
merah yang terjadi dapat dipakai sebagai pengukur berat ringannya masuk
angin, makin merah warnanya makin berat derajat sakitnya. Hasil survei
pada 390 responden di kota Solo menunjukkan bahwa 87% dari responden yang
berasal dari golongan bawah sampai atas yang memanfaatkan dan merasakan
kegunaan pengobatan ini merasa ketagihan. Di Amerika, pengobatan ini
mengundang perdebatan dan oleh tenaga kesehatan Amerika dikatakan bahwa
tindakan ini adalah abuse. Namun, penelitian yang dilakukan oleh dr. Didik
Gunawan Tamtomo, seorang dosen fakultas kedokteran di Surabaya terhadap
jaringan biopsi kulit sesudah kerokan menunjukkan bahwa tidak terdapat
kerusakan kulit, yang ada hanyalah reaksi inflamasi/radang.

Inflamasi/radang adalah reaksi dari suatu jaringan hidup yang mempunyai
vaskularisasi (manifestasi sistem pembuluh darah) terhadap trauma (injury)
lokal dan merupakan suatu proses kompleks meliputi perubahan pembuluh
darah, jaringan ikat, dan interaksi berbagai jenis sel. Inflamasi
bertujuan untuk menetralisir agen penyebab trauma dan membersihkan
jaringan mati, sehingga dapat dicapai penyembuhan dan perbaikan tubuh.
Jadi, inflamasi merupakan salah satu komponen penyembuhan.

Inflamasi mempunyai tanda-tanda yang khas, yang diantaranya adalah warna
merah (dalam kedokteran disebut rubor) yang terjadi karena jaringan yang
meradang menjadi mengandung banyak darah akibat kapiler-kapilernya melebar
dan kapiler-kapiler yang sebelumnya kosong/menyempit menjadi berisi darah
juga, akibatnya sirkulasi darah meningkat dan memberikan warna kemerahan;
dan timbul rasa panas (dalam kedokteran disebut calor) yang dapat
meningkat 0,5-20C yang terjadi akibat sirkulasi darah yang meningkat.
Jadi, telah jelaslah mengapa ketika dikerok warna kulit dapat berubah
menjadi merah. Hal ini akibat salah satu tanda khas dari reaksi inflamasi
yang ditimbulkan melalui kerokan.

Pada reaksi inflamasi, juga terjadi pengeluaran mediator inflamasi seperti
IL-1, TNF, histamin, beta endorfin, dan sebagainya serta penurunan PGE2,
bradikinin, dan C3.

IL-1 dan TNF berfungsi sebagai petanda bahwa telah terjadi reaksi fase
akut, yaitu inflamasi lokal akibat kerokan yang ditandai dengan kemerahan
dan panas, selain itu juga mengaktivasi sel-sel darah sehingga sirkulasi
darah meningkat. Histamin penting di awal proses inflamasi.

Penelitian mengenai manfaat kerokan yang dilakukan di bawah bimbingan tiga
Guru Besar Fakultas Kedokteran di Surabaya menyimpulkan bahwa kerokan
dapat menyebabkan kenaikan kadar beta-endorfin sehingga dapat mengurangi
rasa nyeri otot (mialgia) dan mengakibatkan penderita merasa lebih enak
dan segar, serta merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung
sehingga penderita bisa bernapas lebih enak dan lega, peredaran darah juga
menjadi lebih baik.

Kadar PGE2 (Prostaglandin E2) dan bradikinin yang menurun menyebabkan
mialgia berkurang karena kenyataannya, PGE2 merupakan biang kerok penyebab
mialgia (nyeri otot). Jika PGE2 naik maka akan meningkatkan kepekaan
nosiseptor yangdisebut sentra sensitisasi, sehingga kita menjadi sensitif
terhadap tekanan dan menimbulkan rasa nyeri. Jadi, jika kadar PGE2 bisa
diturunkan, maka rasa nyeri tersebut juga akan berkurang. Tinggi rendahnya
kadar PGE2 akan mempunyai korelasi dengan berat ringannya mialgia.
Bradikinin dan C3 merupakan zat yang dapat meningkatkan permeabilitas
vaskuler.

Bagaimana membuat pola kerokan yang baik?

Para ahli akupunktur berpendapat bahwa sebaiknya alat kerok melewati titik
akupuntur agar saraf motorik dapat terangsang, sehingga dapat memperlancar
sirkulasi darah.

Pola umum kerokan biasanya membentuk garis-garis lurus dari atas ke bawah
dan miring di sisi kiri-kanan ruas-ruas tulang belakang ataupun pada leher
bagian belakang. Pada tubuh kita terdapat sekitar 360 titik akupuntur
utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tubuh bagian
belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tubuh
(organ viscera).

Dengan pola kerokan yang benar, titik-titik akupuntur dapat dicapai dengan
sempurna.

Kerokan jarang dilakukan pada tubuh bagian depan karena kurang berguna.
Untuk mengusir masuk angin, yang efektif adalah mengerok daerah bagian
belakang tubuh dan leher.

Tindakan kerokan searah yang diulang-ulang merupakan gerakan memperkuat.
Sampai sejauh mana kekuatan tekanannya tidak ada batasan tertentu. Yang
penting tak sampai melukai. Tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya
tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda. Karena itu, ada yang dikerok
pelan saja sudah meringis kesakitan. Tapi tak jarang ada yang justru minta
dikerok kuat-kuat sampai kulit berwarna merah padam. Padahal tak ada
aturan hasil kerokan harus sampai merah padam.

Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan cara
meningkatkan panas (calor) akibat sirkulasi darah yang meningkat sehingga
memberikan warna kemerahan (rubor), dan bukan mengeluarkan angin lewat
pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, kerokan sering dipahami sebagai
cara untuk "mengeluarkan angin" dari tubuh lewat pori-pori kulit. Padahal,
angin atau udara tidak pernah masuk atau keluar lewat pori-pori kulit.
Angin hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.
Lalu, hal yang patut diingat dan dilakukan bila Anda sudah kerokan adalah
tidak mandi karena setelah kerokan terdapat peningkatan panas yang
menyebabkan pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik, sekalah
kulit dengan lap basah (yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas).
Jika langsung dengan air dingin, sel-sel tubuh yang masih panas akibat
kerokan akan terkaget bersentuhan dengan air dingin dan dapat membuat
sel-sel tubuh tidak stabil.

Selain itu, Anda juga harus ingat bahwa kerokan hanyalah sebuah langkah
pencegahan. Anda tetap harus ke dokter untuk mengkonsultasikan kondisi
tidak enak badan Anda bila sakit Anda tidak kunjung sembuh atau bertambah
parah. Selama sakit, lakukanlah hal-hal yang dapat membantu kesembuhan
Anda, seperti banyak minum air putih, mengkonsumsi makanan dan minuman
hangat yang bergizi, serta istirahat dan tidur secukupnya.

Sumber :
Bagian Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1973.
Patologi. Jakarta: FKUI.
Didik G. T. Gambaran Histopatologi Kulit pada Pengobatan Tradisional
Kerokan. Cermin Dunia Kedokteran. 2008; 160: 28-31. nicopoundra. com
Robbins, Stanley L. dkk. 1995. Buku Saku Dasar Patologi Penyakit Ed.5.
Alih Bahasa: Prof. dr. Achmad Tjarta, Prof. dr. Sutisna Himawan, dr. A. N.
Kurniawan. Jakarta: EGC.


Read More